Membaca laporan arus kas untuk pengambilan keputusan
Ada satu keluhan yang berulang di ruang rapat usaha kecil: laporan laba rugi menunjukkan untung, tetapi rekening selalu tipis menjelang tanggal gajian. Pemiliknya curiga ada yang tidak beres dengan pembukuannya. Padahal biasanya pembukuannya benar. Yang belum dibaca adalah laporan arus kas.
Laba dan kas menghitung dua hal yang berbeda
Laba rugi mencatat transaksi saat terjadi, bukan saat uangnya berpindah. Anda mengirim barang senilai Rp 200 juta hari ini dengan tempo 60 hari, maka penjualan Rp 200 juta tercatat hari ini juga. Uangnya baru datang dua bulan lagi, kalau pelanggan menepati janji.
Perbedaan itu bukan kesalahan pencatatan. Itu memang tugas laporan laba rugi: menunjukkan kinerja usaha pada satu periode, terlepas dari waktu pembayaran. Untuk mengetahui uangnya ke mana, Anda butuh laporan yang lain.
Contoh yang biasa terjadi
Sebuah usaha distribusi menutup tahun dengan laba bersih Rp 300 juta, naik dari tahun sebelumnya. Tetapi saldo kasnya turun Rp 40 juta. Ketika arus kasnya disusun, penyebabnya terlihat jelas:
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Laba bersih | 300 juta |
| Penyusutan, beban yang tidak mengeluarkan kas | + 60 juta |
| Kenaikan piutang usaha | – 220 juta |
| Kenaikan persediaan | – 130 juta |
| Kenaikan utang usaha | + 70 juta |
| Arus kas dari operasi | 80 juta |
| Pembelian kendaraan operasional | – 120 juta |
| Perubahan kas bersih | – 40 juta |
Usaha ini tidak sedang merugi. Ia sedang tumbuh, dan pertumbuhannya dibiayai dari kasnya sendiri. Penjualan naik, jadi piutang ikut naik. Untuk melayani penjualan yang lebih besar, stok ditambah. Keduanya menyerap kas hari ini demi laba yang baru menjadi uang beberapa bulan lagi. Ditambah pembelian kendaraan, kasnya menipis.
Ini bukan keadaan yang berbahaya, tetapi wajib diketahui. Usaha yang tumbuh cepat tanpa memantau kas adalah penyebab paling umum perusahaan yang untung di atas kertas tetapi berhenti karena tidak bisa membayar kewajiban.
Tiga bagian laporan arus kas
Arus kas dari operasi
Uang yang dihasilkan atau terpakai oleh kegiatan usaha sehari-hari. Ini bagian yang paling penting, karena inilah yang menunjukkan apakah usaha Anda mampu menghidupi dirinya sendiri.
Arus kas dari investasi
Pembelian dan penjualan aset jangka panjang: mesin, kendaraan, bangunan, penyertaan di usaha lain. Angka negatif di sini biasanya pertanda baik, artinya Anda sedang menambah kapasitas.
Arus kas dari pendanaan
Uang dari dan kepada pemodal serta kreditur: penarikan kredit, pembayaran pokok pinjaman, setoran modal, pembagian dividen.
Empat pola dan artinya
| Operasi | Investasi | Pendanaan | Biasanya berarti |
|---|---|---|---|
| positif | negatif | negatif | Usaha sehat dan mapan. Kas dari operasi cukup untuk investasi sekaligus membayar utang |
| positif | negatif | positif | Sedang berekspansi dengan tambahan pendanaan. Wajar, asal beban bunganya terukur |
| negatif | negatif | positif | Usaha muda atau sedang tumbuh cepat. Sepenuhnya bergantung pada pendanaan luar, jadi berisiko |
| negatif | positif | negatif | Perlu perhatian. Aset dijual untuk menutup operasi dan membayar utang |
Angka yang layak dipantau tiap bulan
Arus kas operasi dibanding laba bersih
Kalau selama beberapa periode arus kas operasi terus berada jauh di bawah laba bersih, artinya laba Anda banyak mengendap di piutang atau persediaan. Laba yang tidak pernah menjadi uang perlu ditelusuri sebabnya.
Umur piutang
Rata-rata berapa hari sejak Anda menagih sampai uangnya diterima. Kalau syarat pembayaran Anda 30 hari tetapi kenyataannya 65 hari, ada selisih 35 hari yang Anda biayai sendiri.
Siklus kas
Umur persediaan ditambah umur piutang, dikurangi umur utang usaha. Hasilnya adalah jumlah hari kas Anda terkunci sebelum kembali menjadi uang. Semakin panjang siklusnya, semakin besar modal kerja yang dibutuhkan untuk setiap tambahan penjualan.
Angka terakhir ini yang paling berguna sebelum Anda memutuskan menerima pesanan besar. Pesanan senilai Rp 1 miliar dengan siklus kas 90 hari menuntut modal kerja yang harus tersedia lebih dulu. Menerima pesanan tanpa menghitungnya adalah cara yang cukup umum untuk membuat usaha yang sedang untung kehabisan napas.
Tiga keputusan yang sebaiknya menunggu laporan ini
- Menerima pesanan besar. Hitung dulu berapa kas yang tertahan selama siklusnya berjalan
- Membeli aset dari kas sendiri. Pastikan arus kas operasi masih menyisakan penyangga untuk kebutuhan sehari-hari
- Membagi laba kepada pemilik. Laba di laporan laba rugi belum tentu tersedia dalam bentuk uang
Kalau laporan ini belum pernah Anda punya
Banyak usaha kecil hanya menyusun laba rugi dan neraca. Padahal arus kas bisa disusun dari kedua laporan itu tanpa data tambahan, selama pembukuannya sudah memakai dasar akrual dan neraca dua periode tersedia. Kami membantu menyusun laporan arus kas beserta pembacaannya, sehingga angkanya benar-benar terpakai untuk mengambil keputusan. Lihat layanan akuntansi kami atau hubungi 0882-9071-0707.

Tinggalkan Balasan